Menggunakan Aroma Untuk Menandai Wilayah Kejeniusan Kucing Dalam Komunikasi

Kucing memang dikenal sebagai hewan yang misterius, pendiam dan terkadang sulit dimengerti. Namun, di balik sikapnya itu, ternyata kucing memiliki satu cara komunikasi yang sangat unik dan menarik, yaitu melalui aroma.
Ya, aroma bagi kucing bukanlah hal yang sepele. Para ahli meyebut mereka sebagai hewan yang penanda wilayah (territorial marking). Dengan aroma, kucing mampu berkomunikasi dengan kucing lain mengenai keberadaan mereka, apakah mereka sedang kawin, mengklaim suatu wilayah atau bahkan sedang dalam keadaan bahaya.
Kucing memiliki kelenjar aroma khusus yang terletak di berbagai bagian tubuhnya, seperti di sekitar mulut, pipi, dahi, kaki, dan ekor. Kelenjar ini menghasilkan zat kimia yang disebut feromon. Feromon inilah yang menjadi penanda wilayah bagi kucing.
Kucing akan meninggalkan aroma mereka di berbagai tempat, seperti pada pohon, batu, dinding, atau bahkan furnitur di dalam rumah. Saat kucing lain mencium aroma tersebut, mereka akan tahu bahwa tempat itu sudah menjadi milik kucing yang menandainya.
Selain sebagai penanda wilayah, aroma juga digunakan kucing untuk berkomunikasi dengan sesama kucing. Misalnya, saat kucing merasa terancam, mereka akan mengeluarkan feromon yang disebut 2-mercaptopyridine. Feromon ini memiliki bau yang khas dan dapat membuat kucing lain merasa takut dan menjauh.
Kucing juga menggunakan aroma untuk mencari pasangan. Saat kucing betina sedang birahi, mereka akan mengeluarkan feromon yang disebut 3-mercaptopyridine. Feromon ini memiliki bau yang khas dan dapat menarik perhatian kucing jantan.
Para ahli percaya bahwa kucing memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam sehingga mereka dapat membedakan antara aroma kucing lain dan aroma mereka sendiri. Dengan demikian, kucing dapat berkomunikasi dengan efektif dengan sesama kucing melalui aroma.
Kemampuan kucing dalam berkomunikasi melalui aroma ini menjadi bukti bahwa mereka adalah hewan yang cerdas dan memiliki kemampuan komunikasi yang kompleks. Jadi, jangan heran apabila kucing Anda tiba-tiba menggosokkan kepalanya ke Anda atau menandai wilayahnya dengan air seni. Itu semua adalah cara mereka berkomunikasi dengan Anda dan dengan kucing lainnya.